NOVEL CORONAVIRUS (2019-NCoV)

PERTANYAAN DAN JAWABAN

Apakah Novel Coronavirus (2019-nCoV)?

Novel coronavirus (2019-nCoV) adalah jenis baru coronavirus yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan.


Apakah perbedaan Coronavirus, Novel Corovavirus (2019-nCOV), SARS dan MERS?
Keempatnya adalah jenis virus yang mirip satu family. Bagian atau organ yang diserang pun sama, yakni paru-paru. Perbedaannya adalah pada Strain virusnya (tipenya) yang berbeda, dan tingkat mortalitasnya berbeda.

Gejalanya mirip yaitu pneumonia. Pasien akan mengalami batuk, sesak napas, pneumonia berat, dan demam. Masing-masing orang akan berbeda gejalanya tergantung tingkat keparahan virusnya.Tetapi komplikasi untuk jadi gagal napas yang berbeda tergantung ganas dan tidaknya virus. Dan (tertolongnya tergantung cepat ditangani atau tidak),


Apa saja gejala Novel Coronavirus (2019-nCoV)?

Gejala umum berupa demam ≥38 edrajad celcius, batuk, pilek, nyeri tenggorokan dan sesak napas. Masa inkubasi 2019-nCoV 2-14 hari. Jika ada orang dengan gejala tersebut pernah melakukan perjalanan ke China (terutama Wuhan), atau pernah merawat/kontak dengan penderita 2019-nCoV, maka terhadap orang tersebut akan dilakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut untuk memastikan diagnosisnya.



Bagaimana manusia bisa terinfeksi Novel Coronavirus (2019-nCoV)?

Sampai saat ini, belum diketahui bagaimana manusia bisa terinfeksi virus ini. Para ahli masih sedang melakukan penyelidikan untuk menentukan sumber virus, jenis paparan, cara penularan dan pola klinis serta perjalanan penyakit. Hasil penyelidikan sementara dari beberapa institusi di kota Wuhan, sebagian kasus terjadi pada orang yang bekerja di pasar hewan/ikan, namun belum dapat dipastikan jenis hewan penular virus ini. Hingga saat ini dilaporkan adanya penularan antar manusia, namun masih dalam kalangan terbatas (kontak erat dan petugas kesehatan yang merawat kasus).


Benarkah novel coronavirus berasal dari kelelawar atau hewan lainnya?

Sampai saat ini hewan penular 2019-nCoV belum diketahui.


Bisakah manusia terinfeksi novel coronavirus dari hewan?

WHO terus memantau situasi untuk mengidentifikasi bagaimana orang-orang terpapar. Saat ini tidak ada bukti langsung bahwa kasus manusia terpapar melalui kontak langsung dengan hewan karena hewan penularnya belum diketahui.


Bisakah hewan peliharaan dapat menyebarkan novel coronavirus (2019-nCoV)?

Saat ini, belum ditemukan bukti bahwa hewan peliharaan seperti anjing atau kucing dapat terinfeksi virus corona baru. Namun, akan jauh lebih baik untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan air setelah kontak dengan hewan peliharaan. Kebiasaan ini dapat melindungi Anda terhadap berbagai bakteri umum seperti E.coli dan Salmonella yang dapat berpindah antara hewan peliharaan dan manusia.


Apakah sudah ada vaksin atau obat untuk Novel Coronavirus?

Belum ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk virus ini. Namun, gejala yang disebabkan oleh virus ini dapat diobati. Oleh karena itu pengobatan harus didasarkan pada kondisi klinis pasien dan perawatan suportif dapat sangat efektif.


Apakah antibiotik efektif dalam mencegah dan mengobati Novel Coronavirus?

Tidak, antibiotik tidak bekerja melawan virus, hanya bakteri. Novel Coronavirus (2019-nCoV) adalah virus, oleh karena itu, antibiotik tidak boleh digunakan sebagai sarana pencegahan atau pengobatan. Namun, jika Anda dirawat di rumah sakit untuk 2019-nCoV, Anda mungkin menerima antibiotik, karena infeksi sekunder bakteri mungkin terjadi.


Berapa banyak orang yang telah terinfeksi oleh novel coronavirus dan negara mana saja yang sudah ada kasusnya?

WHO secara ketat memantau situasi terkini dan secara teratur menerbitkan informasi tentang penyakit ini. Informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini dapat dilihat melalui: Info Coronavirus WHO Online atau https://gisanddata.maps.arcgis.com/apps/opsdashboard/index.html#/bda7594740fd40299423467b48e9ecf6.


Seberapa luaskah penyebaran novel coronavirus ini?

Tidak diketahui seberapa luas penyebaran virus ini. Oleh karena itu, tetap mewaspadai kasus infeksi pernapasan akut yang parah (Severe Acute Respiratory Infection-SARI).


Apakah petugas kesehatan berisiko terkena novel coronavirus?

Petugas kesehatan lebih sering melakukan kontak dengan pasien dengan berbagai jenis penyakit menular, sehingga cukup rentan tertular berbagai jenis penyakit. Oleh karena itu, petugas kesehatan secara konsisten harus selalu menggunakan alat pelindung diri saat merawat pasien.


Bagaimana mengantisipasi penularan virus corona?

Hingga saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah penularan nCoV. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi virus ini adalah:
  • Menjaga kesehatan dan kebugaran agar sistem imunitas/ kekebalan tubuh meningkat.
  • Mencuci tangan menggunakan sabun. Mencuci tangan sampai bersih merupakan salah satu tindakan yang mudah dan murah. Sekitar 98% penyebaran penyakit bersumber dari tangan. Karena itu, menjaga kebersihan tangan adalah hal yang sangat penting.
  • Ketika batuk dan bersin, upayakan menjaga agar lingkungan Anda tidak tertular. Tutup hidung dan mulut Anda dengan tisu atau dengan lengan (bukan dengan telapak tangan).
  • Gunakan masker penutup mulut dan hidung ketika Anda sakit atau saat berada di tempat umum.
  • Buang tisu yang sudah digunakan ke tempat sampah dan cucilah tangan Anda.
  • Hindari kontak dengan hewan ternak dan hewan liar yang terbukti tertular coronavirus.
  • Jangan makan daging yang tidak dimasak hingga matang
  • Jika Anda berencana berkunjung ke daerah/ negara dimana virus ini ditemukan seperti Cina, terutama kota Wuhan berhati-hatilah dan jagalah kesehatan anda.
Jika Anda mengalami gejala mirip dengan kasus tersebut setelah pergi ke negara-negara tersebut, Anda tidak perlu panik. Segeralah ke rumah sakit dan beritahukan kepada petugas kesehatan tentang riwayat perjalanan Anda.


Bagaimana sistem pelaporan, koordinasi dan sharing informasi terkait novel coronavirus?
  • Sistem pelaporan bila ditemukan orang dengan gejala demam >380 C, batuk, pilek, sakit tenggorokan dan sesak serta memiliki riwayat perjalanan dari China dilaporkan ke fasyankes terdekat, kemudian dilaporkan secara berjenjang melalui satu pintu yaitu ke Public Health Emergency Operation Center (PHEOC) Kementerian Kesehatan.
  • PHEOC akan berkoordinasi dengan Emergency Operation Center (EOC).
  • Koordinasi lintas sektor dan lintas program terkait seperti dengan kementerian perhubungan, kementerian hukum dan HAM, kementerian luar negeri, untuk penanganan lebih lanjut.
  • Sharing Informasi dengan lintas sektor dilakukan guna kelancaran operasional di lapangan.

Prosedur penanganan terhadap orang yang diduga terjangkit wabah virus Corona 
  • Dengan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan di pintu masuk negara, baik di bandara, pelabuhan maupun lintas batas darat negara.
  • Di pintu masuk negara terutama yang ada akses langsung dengan Wuhan atau Cina, mengaktifkan penggunaan thermal scanner sebagai deteksi awal gejala demam pada pelaku perjalanan yang masuk. Jika ada yang “tertangkap” dengan alat ini maka dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan jika perlu dirujuk ke RS rujukan untuk perawatan lebih lanjut.