Urolithiasis/Kencing Batu Pada Anjing dan Kucing

Urolithiasis adalah penyakit yang disebabkan adanya urolit (batu) atau calculi atau kristal yang berlebihan dalam saluran urinaria. Sama seperti batu manusia batu kristal ini bisa berada dimanapun dalam saluran urinasi di anjing, meliputi ginjal, uretra, atau bisa ditemukan di kandung kemih (Anonim b, 2006); Fossum 1992). Saat urin mengalami tigkat kejenuhan yang tinggi, yang disertai dengan kelarutan garam, garam tersebut mengalami presipitasi dan membentuk kristal (crystalluria). Jika kristal itu tidak dikeluarkan maka akan terbentuk agregat yang disebut dengan kalkuli (Fossum, 1992). Urolith terbentuk karena banyak kristal-kristal yang saling bergabung menjadi satu. Terdapat beberapa jenis batu ginjal yang berbeda, di mana perawatan dan pencegahanya berbeda pula. Kejadian ini sangat menyakitkan dan membutuhkan pertolongan medis. Diagnosis
urolithiasis dibuat berdasar hasil anamnesa (riwayat kasus), pemeriksaan fisik, radiografi, ultrasonografi dan urinalisis (Anonim b, 2006). 

Anamnesa

Tanda-tanda klinis urolithiasis tergantung pada letak urolith, derajad dan lama obstruksi atau iritasi dinding mukosa traktus urinarius yang disebabkan oleh urolith, kristal atau karena infeksi traktus urinarius. Gejala klinis yang nampak pada anjing yang menderita urolithiasis menurut Osborne (1999) adalah sebagai berikut :

  1.  Gejala klinis yang terlihat apabila terjadi obstruksi pada urethra adalah ;
    1. Sering berusaha urinasi, namun urin yang dikeluarkan sedikit atau hanya menetes
    2. Terlihat tegang saat urinasi (dysuria/stranguria). 
    3. Tidak mampu untuk urinasi (anuria) jika terjadi obstruksi sempurna  
    4. Hematuria 
    5. Vesica urinaria menggelembung karena penuh urin  
    6. Terjadi ruptur di vesica urinaria yang dapat mengakibatkan terjadinya ascites
  2.  Gejala klinis bila terjadi cystic calculi (urolithiasis pada vesica urinaria) ; 
    1. Dysuria/stranguria 
    2. Hematuria
    3. Gejala sistemik biasanya tidak nampak 
  3. Gejala klinis bila terjadi renal atau ureteral kalkuli antara lain ;
    1. Kesakitan pada bagian abdominal
    2. Hematuria
    3. Hydronephrosis mengakibatkan terjadinya pembesaran ginjal, apabila kalkuli menghambat aliran urin
    4. Nampak gejala sistemik, terjadi anorexia, depresi dan demam
    5.  
Pemeriksaan Fisik 
1. Palpasi abdominal :
Palpasi abdominal dilakukan untuk merasakan adanya batu yang terdapat di dalam vesika urinaria. Palpasi dapat dilakukan dengan kedua tangan, dengan posisi tangan kanan dan kiri menekan bagian vesica urinaria, sampai ujung jari dari kedua tangan saling bersentuhan. Apabila anjing merasa kesakitan, kemungkinan terjadi obstruksi di vesica tersebut, dan jika terdapat batu atau kalkuli maka akan terasa adanya benda asing yang keras di vesica urinaria. Palpasi abdominal, terutama di daerah vesica urinaria kadang-kadang terasa tebal dan kasar. Urolith yang cukup besar biasanya dapat dipalpasi, sedangkan urolith yang multiple biasanya dapat dikenali karena teraba kasar. Multipel urolith juga sering terdapat di sepanjang traktus urinarius.
2. Katetrisasi
Jika ada sumbatan pada urethra, vesica urinaria akan menggembung dan menimbulkan rasa sakit (dinding vesika urinaria jarang robek, tetapi jika robek maka tidak akan dapat dipalpasi). Letak kalkuli yang menyebabkan sumbatan pada urethra dapat dideteksi dengan melewatkan kateter ke dalam saluran urethralis. Pada anjing jantan adanya urolith dapat diketahui jika kateter yang dimasukkan lewat urethra, tidak dapat mencapai vesica urinaria.

Pemeriksaan Radiografi 
Pemeriksaan ini sangat membantu dalam mendiagnosa terhadap anjing yang diduga menderita urolithiasis, karena dapat memberikan gambar yang sangat jelas tentang ada tidaknya batu dan lokasi dari batu tersebut di saluran urinaria (Anonim a, 2004). Persiapan pasien yang memadai guna pemeriksaan radiografi sangat penting untuk pengamatan terhadap adanya kalkuli dan lesi pada traktus urinarius. Urolith kecil sering tidak kelihatan, atau dapat terjadi kesalahan dalam interpretasi jika persiapan pasien tidak memadai. Untuk mengetahui adanya kalkuli pada ginjal paling baik hewan diletakkan dalam posisi ventrodorsal, sedangkan untuk mengetahui kalkuli di dalam vesica urinaria dan urethra sebaiknya dalam posisi mediolateral
Pemeriksaan Ultrasonografi 
Ultrasonografi (USG) merupakan teknik yang dapat dipergunakan untuk menentukan ukuran ginjal dan mengevaluasi saluran-saluran pengumpul urin. Ginjal yang kecil biasanya menunjukkan penyakit ginjal kronis, meskipun ukuran ginjal dapat tidak berkurang pada beberapa proses menahun yang lazim.. USG juga bermanfaat dalam evaluasi kegagalan ginjal akut (Woodley et al, 1995). Dalam pemeriksaan ini, adanya batu dalam vesica urinaria juga dapat diketahui. Tujuan utama kajian radiografi atau ultrasonografi adalah untuk menentukan jumlah kepadatan dan bentuk urolith. Radiografi dan ultrasonografi merupakan teknik penting untuk mendeteksi kemungkinan adanya abnormalitas dalam traktus urinarius (Anonim a, 2004).

Urinalisis 
Urinalisis pada anjing sangat bermanfaat untuk menentukan jenis urolith sehingga dapat dilakukan pencegahan dan terapi yang optimal. Pemeriksaan sedimen urin tersebut dimaksudkan untuk melihat kemungkinan adanya hematuria, pyuria, proteinuria, bakteri dan untuk menentukan jenis kristal yang mungkin ditemukan. Keberadaannya tergantung pada derajad iritasi dan kerusakan yang ditimbulkan oleh urolith dan adanya infeksi di dalam traktus urinarius. Disamping derajad iritasi dan kerusakan yang ditimbulkan, adanya infeksi sering dapat diidentifikasi dari bau ammonia urin yang sangat menyengat dibanding bau urin normal. Dehidrasi menyebabkan peningkatan osmolalitas urin karena lebih banyak air yang direabsorpsi kembali masuk ke kapiler peritubulus. Hidrasi berlebihan menyebabkan penurunan osmolalitas urin (Corwin, 2000). PH urine bervariasi dan dapat memberikan petunjuk tentang jenis urolith. Urolith struvite terdapat pada urin yang basa, sedangkan urolith kalsium oksalat pada urine yang asam (Osborne, 1999).
Identifikasi dan interpretasi kristal urin sangat penting untuk merumuskan prosedur pengobatan yang harus dilakukan dalam menangani urolith. Dalam menginterpetasi keberadaan kristaluria harus berhati-hati karena pembentukan kristal secara signifikan dipengaruhi oleh beberapa variable baik secara invitro atau invivo. Variabel in vivo meliputi kadar unsure kristal dalam urin, pH urin, tingkat kelarutan unsur kristal di dalam urin, dan pengobatan yang diberikan, sedangkan variable in vitro meliputi temperature, evaporasi, pH dan teknik persiapan specimen (Osborne, 1999).

Jenis-jenis urolith yang sering ditemukan pada anjing antara lain ; 

  1. Urolith Struvite Berbentuk bulat atau persegi, kadang seperti bentuk pelvis renalis, ureter, vesika urinaris, atau urethra. Tersusun dari Mg++, NH4+, fosfat. Berwarna putih, kuning sampai coklat, agak keras dan rapuh, jika digerus hancur seperti kapur, permukaannya halus, atau kasar tanpa tonjolan (Osborne, 1999; Anonim c, 2006). Struvite urolith merupakan jenis kalkuli yang paling banyak terjadi pada anjing. Urolith ini dapat menyerang semua umur dan lebih banyak menyerang anjing betina. Jenis anjing yang sering menderita urolith struvite adalah Schnauzer dan Poodle, Shih Tzu, Bichon Frise, Lhasa Apso dan Cockers. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya urolith struvite adalah urine bersifat alkalis, konsentrasi mineral yang meningkat dan faktor genetik. (Osborne, 1999) 
  2. Urolith Cystine Berbentuk bulat atau oval, biasanya kecil permukaannya halus, tersusun dari asam amino cystine, empuk, mudah dihancurkan, berwarna krem kekuningan, kuning kehijauan sampai coklat. Cystinuria dapat diidentifikasi berdasarkan kristal cystine yang berbentuk hexagonal. Terdapat pada urin yang asam, kecil, halus, berwarna kuning kecoklatan sampai kuning kehijauan. Cystinuria bisa terjadi pada anjing jantan dan betina, namun kalkuli cystine banyak terjadi pada anjing jantan. Tidak semua anjing yang menderita cystinuria berkembang menjadi urolithiasis. Dachshunds adalah anjing yang paling banyak menderita urolith cystine. (Osborne, 1999). 
  3. Urolith Urate Urolit urat berbentuk bulat atau oval, permukaannya halus, tersusun dari NH4 urat, biasanya kecil, berlapis-lapis konsentris seperti kulit telur, mudah pecah, berwarna kuning kecoklatan sampai kehijauan. Kurang lebih 70% urolith ini terjadi pada anjing jantan. Anjing yang sering menderita urolith ini adalah Dalmatian (60%), Bulldog, dan Yorkshire terrier (Osborne, 1999).
  4. Urolith kalsium oksalat Urolit ini berbentuk bulat atau oval, tersusun dari kalsium oksalat, dan sering mengandung kalsium fosfat, biasanya kecil sangat keras dan rapuh (mudah pecah, permukaannya ada yang halus atau tidak beraturan), berwarna krem sampai coklat, tetapi dapat berwarna hijau kecoklatan. Jenis anjing yang biasa terkena urolith ini adalah Schnauzers, Lhasa Apso, Yorkshire terriers, Bichon Frise, Shih Tzu, Miniature poodles. Kristal kalsium oksalat berbentuk octahedral (dyhidrate) dan berbentuk kumparan atau gelondongan (monohydrate) (Osborne, 1999).

Urolithiasis/Kencing Batu Pada Anjing dan Kucing Urolithiasis/Kencing Batu Pada Anjing dan Kucing Reviewed by Wignya Kusuma on 4/11/2014 Rating: 5
Powered by Blogger.